Sudah lebih dari satu bulan saya ga beli dvd bajakan. Rasanya sudah ngebet banget pengen nonton pilem, entah itu jadul ataupun yang baru. Akhirnya dapatlah sebelas dvd bajakan (beli 10 bonus 1) buat ditonton selama seminggu lebih ini. Pilem The Ruins ini salah satu pilem horor yang bagus alurnya dan critanya.

Sekelompok pemuda dan pemudi mengadakan perjalanan ke sebuah reruntuhan bangunan milik suku Mayan di daerah pedalaman Mexico. Mereka kesana pun sebenernya dengan tujuan mencari 2 rekan mereka yang hilang di tempat arkeologis tersebut. Adalah Mathias yang mencari kakaknya, Heinrich dan Dimitri yang mencari temannya seorang jurnalis yang sama-sama hilang ditempat itu. Mereka mengajak 4 rekan baru yaitu pasangan Amy-Jeff dan Eric-Stacy yang dengan senang hati mengikuti perjalanan tersebut hanya karena rasa penasaran dan kesan petualangan.

Sampai di tempat tersebut, bener2 diluar dugaan mereka, mereka malah tidak diperkenankan penduduk setempat meninggalkan tempat itu dan tidak boleh keluar dari area bangunan yang bentuknya seperti candi itu. Dimitri ditembak mati hanya karna berusaha keluar dari area itu oleh salah satu penjaga penduduk setempat. Karena panik, kelima orang laennya bergegas lari keatas reruntuhan untuk berlindung dari tembakan para penjaga tersebut. Reruntuhan nya nyaris tak tampak karna sudah ditutupi tumbuh2an berbentuk dan berbunga aneh. Mereka pun mulai mencari rekan2 mereka yang hilang sebelumnya dan tak dinyana-nyana tempat tersebut perlahan tapi pasti menunjukkan ke-horor-annya. Diawali dengan Mathias yang terjatuh kedalam lobang setelah dia mendengar suara ringtone hape dari dalam lubang tersebut (anehnya, di sana tidak ada sinyal tapi hape didalam lobang rings sedemikian kerasnya), akibat tali patah, dia pun jatuh dan kakinya patah. Anehnya, tak berapa lama, dari kakinya yang berdarah2 itu muncul sulur-sulur tanaman dan perlahan tapi pasti menggerogoti tubuhnya dari bawah ke atas. Untuk mencegah infeksi lanjut, Eric memotong kedua kakinya. Seperti terinfeksi pula, Amy yang sudah terluka di bagian punggung juga mengeluarkan sulur2 dari punggung dan pahanya sampai2 kedua bagian tubuhnya itu terpaksa dirobek dan sulur2 itu diambil untuk mencegah infeksi tersebut. Ternyata tidak berhasil, sulur tanaman itu sudah sampai ke bagian kepala dan Amy yang panik menyayat-nyayat kepalanya hanya untuk mengeluarkan sulur2 itu *DISARANKAN TIDAK DITONTON ANAK-ANAK DARI AWAL SAMPAI AKHIR PILEM, ISINYA DARAH TOK*. Ketika dua rekan yang lain berniat menghentikan Amy, mereka justru di tusuk oleh Amy yang sudah kadung panik. Jeff pun meninggal ditangan pacarnya sendiri dan Eric yang hanya tersayat di bagian tangan mulai merencanakan untuk kabur dari tempat itu tanpa tertembak para penjaga reruntuhan. Mereka akhirnya mengerti mengapa mereka tidak diperbolehkan kabur, hal itu karena darah mereka sudah terinfeksi tanaman2 pembunuh itu dan siapapun yang menyentuh mereka akan terinfeksi. Itu sebabnya para penjaga setempat bener2 memastikan kalo mereka semua harus mati (karena sudah telanjur memasuki reruntuhan itu). Eric berusaha mengambil attention dari penjaga2 supaya Stacy bisa kabur dan minta bantuan. Stacy akhirnya berhasil kabur tapi Eric mati diterjang panah-panah para penjaga.

Film berakhir? Belum :D . Dalam aksi kabur dengan jeep itu, terlihat kepala Stacy sudah terinfeksi sulur yang bergerak2 diatas pelipis matanya… bahasa Jawa nya: it’s about time that she’s gonna die soon :P . Di akhir kisah, 2 temen Dimitri yang mendapat map peta jalan menuju reruntuhan itu dari Dimitri mencarinya di reruntuhan tersebut. Ketika mereka sampai di reruntuhan itu .. jreng!! End of story :P .

Bagus critanya. Tumbuhannya horor banget karna selain membunuh, mereka bisa menirukan berbagai macam suara termasuk suara ringtone hape yang akhirnya malah menjebak Mathias untuk masuk kedalam lobang dan terinfeksi. Disutradarai Carter Smith dan rilis sekitar bulan April 2008 lalu. Benar-benar menegangkan.. :D




 Berlangganan Feed Koolsonic.Com? Mau dong!


Related post(z):

  1. The Mist - (Lagi-lagi) kesalahan militer
  2. Nancy Drew - jadi detektif ga harus tuwa!
  3. The Number 23 buat penyuka pilem dengan genre aneh
  4. Radit dan Jani: Ketika cinta saja tak cukup
  5. Ayo rame-rame Vote for Indonesia: New 7 Wonders