Your Ad Here

Wow, album Coldplay paling anyar emang fresh. Bagi yang udah ngedengerin mungkin ada yang sependapat ataupun ga sependapat. Yang sependapat mungkin bakal ngerasain musik nya Coldplay di album Viva la Vida or Death and All His Friends ini agak beda dengan album kedua, A Rush of Blood to the Head ataupun ketiganya, X & Y. Kedua album tersebut lebih berasa pop dan bisa dibilang karena dua album itulah, Coldplay jadi lebih umum disukai penyuka musik pada umumnya. Bagi yang ga sependapat, ayo DENGAR lagi dan ubah pendapatnya!! *kulkas langsung dilempar telor*.  :P

Menurut opini abal-abal saya, album Viva la Vida ini terasa beda. Rasanya fresh, seperti mendengar warna lama Coldplay tapi tetep berasa baru *nah binun khan? sama, saya juga binun :D *. Btw, kalo mau baca review albumnya silahkan baca di review album Coldplay,Viva la Vida or Death and All His Friends ini. Judul album Viva la Vida sendiri diambil dari judul lukisan pelukis Itali abad 20 bernama Frida Cahlo, dan cover albumnya mengambil gambar lukisan Liberty Leading the People yang dibuat pelukis Prancis bernama Eugene Delacroix. Sampe saat ini, single-single yang jadi andalan dari album ini ada dua, Violet Hill dan Viva la Vida, untuk yang terakhir itu saya sampe ulang-ulang terus, bagus banget lagunya.  :D. Oiya, album Viva la Vida ini mencetak hits fantastis di UK dan US dan saat ini tercatat sebagai number one selling album di 36 negara. Kalo buat daku sendiri, Coldplay ga pernah ngebosenin. Dari album pertama sampai album keempat ini, semuanya muncul konsisten dan berbobot, worth listening and buying :D .



Related post(z):

  1. Album ketiga Krystal Meyers bener-bener beda abis
  2. Bahasa Inggris yang baku
  3. Boybands dengan penjualan tertinggi
  4. Kenyang disangkain mas-mas
  5. Salam Norak, Ingus en Jadul.. :)