Situasi ekonomi yang serba sulit saat ini menjadi hantaman tersendiri bagi kalangan masyarakat miskin. Harga makanan yang makin naik dari hari ke hari menjadikan kondisi mereka makin terpuruk. Banyak yang tak jarang pula mengkonsumsi nasi aking, nasi yang sudah tak layak konsumsi yang seharusnya dibuang atapun menjadi makanan ayam. Sebagian lain yang sudah tak mampu membeli beras makan ala kadarnya, istilahnya, kalo hari itu bisa makan satu kali ya sudah syukur. Di berita hari ini, ternyata banyak juga warga miskin yang mengkonsumsi makanan kadaluarsa. Mereka sudah tak memikirkan efek dari makanan tersebut, yang penting mereka dapat makanan dengan harga sangat murah. Mirisnya, banyak juga penjual makanan kadaluarsa yang menjual jenis makanan tersebut. Ketika ditanya mengapa mereka menjual makanan seperti itu, mereka hanya mengatakan kalo peminatnya banyak. Dan kedua pihak sama2 untung. Disatu sisi, warga miskin mendapat makanan dengan separuh harga walau kadaluarsa, disisi lain, sang penjual mendapat keuntungan dengan menjual makanan yang sudah tak layak dikonsumsi tersebut. Makanan seperti itu seharusnya dibuang dan bukannya malah dijual kembali.

Efek samping dari mengkonsumsi makanan kadaluarsa ga maen-maen. Mulai dari diare, muntah-muntah dan jika dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan kematian. Selain itu, menjual makanan kadaluarsa adalah tindakan pelanggaran perlindungan konsumen pasal 61 dan 62. Dalam pasal ini, sanksi yang diberikan bisa berupa denda 2 milyar atau dipenjara 5 tahun. Anehnya, diberita yang saya tonton tadi sore kok sang penjual makanan kadaluarsa justru terlihat girang2 aja ya, malah pamer ke reporternya kalo jualannya laku keras. Miris… seandainya saja pejabat-pejabat sontoloyo itu betul-betul memikirkan rakyat.. mungkin negara kita ga akan semiris ini…




 Berlangganan Feed Koolsonic.Com? Mau dong!


Related post(z):

  1. Akhirnya (blog diary) jadi juga!
  2. Horornya membeli daging buatan
  3. Cinta Kadaluarsa
  4. Bukannya aku rakus
  5. Masih kecil sudah sakit lever