Terus terang saya kagum sama orang2 yang memilih ritual membakar (kremasi) jenasah kerabatnya ketimbang mengubur dalam tanah. Kalo jaman dulu tanah masih banyak, lahan masih lapang, beli tanah untuk pemakaman keluarga pun masih terjangkau. Tapi sekarang dimana harga lahan makin mahal dan makin sempitnya dan sedikitnya tanah yang ada di endonesa, keputusan mengkremasi jenasah itu saya rasa sangat masuk akal dan bagus banget malah.
Dengan dikubur, udah mengurangi bbrp meter persediaan lahan kosong. Lahan untuk mengubur bbrp jenasah aja udah bisa dibikin membangun rumah. Hare gene rumah makin mahal karna terbatasnya lahan untuk bangunan rumah. Salah satu yang memicu sempitnya lahan adalah kuburan! Yak, kuburan!
Belum lagi, kalo bener2 udah ga ada lahan, itu kuburan digusur dan apesnya, setan2 disitu yang ga terima. Mereka menghantui kawasan itu, akhirnya malah angker. Kebanyakan kuburan yang dijadikan area membangun rumah selalu nampak angker. Walau setan2 ga muncul sekalipun, tetep aja kesan angker itu ada. Tetep aja kalo ada yang mau beli rumah disitu, pasti nanya2 juga: “Eh, ini dulu lahan apa?”. Dan si developer pun menjawab: “kuburan, pak”. Gyaaaaa…bisa2 kalo calon pembelinya penakut, itu rumah ga jadi dibeli. Hasilnya? tempat itu ga jadi ditempati. Jadi, kuburan itu ada dampak buruknya juga. Selain mengurangi lahan untuk manusia juga mematikan bisnis.
Sayangna kebanyakan masyarakat masih menerapkan sistem menguburkan mayat. Bukannya kremasi kayak yang banyak dilakukan di negara cina, misalnya. Lahan2 itu lebih berguna jika digunakan untuk kepentingan manusia yang masih idup dan bukannya mayat yang udah jadi jerangkong. Sori, bukan apa-apa. Kalo buat saya, menghormati manusia ya pas dia idup aja. Kalo udah meninggal khan dia hanya jadi seonggok daging mati dan tulang belaka. Jadi udah ga ada gunanya. Mendingan dikremasi aja dan abunya bisa disimpen atau disebar dilaut gitu, yah sesuai kesukaan si kerabat nya aja lah. Lahan yang rencananya buat kuburan khan bisa buat hal lain, misalnya bangun rumah, bangun pabrik, bangun tempat usaha, ataupun untuk tanam menanam. Yang pasti untuk meningkatkan kualitas hidup manusia disitu lah. Lahan banyak manfaatnya jika dipakai secara maksimal dan bukannya disia-siakan menjadi lahan kuburan semata. Itu pendapat saya. That’s all.
Berlangganan Feed Koolsonic.Com? Mau dong!
Related post(z):
12 Responses for "Apa gak sebaiknya dikremasi aja?"
setuju, dengan dikremasi juga gak akan ngerepotin keluarga. bayangkan kalau dikubur, siapa yang mau ngurusin kuburannya kalo anak cucunya juga sudah meninggal? cicit gak kenal dia dan gak akan mau ngurusin..
jimmy’s last blog post..Bandung Krisis Listrik
Masalahnya, prosesi penguburan jenazah merupakan salah satu ritual kegamaan. Masyarakat China juga melakukan prosesi pembakaran jenazah bukan semata-mata karena menghemat lahan, melainkan karena ritual keagamaan.
Dewa’s last blog post..Gambar2 Unik untuk Yahoo! Presence
setuju ama yang reply diatas…
dalam islam misalnya, jenazah seorang muslim adalah kewajiban muslim lainnya untuk memperlakukan jenazah itu sebaik-baiknya. Itu sudah ada ketentuannya…
Kalo amsalah lahan… well kayaknya perlu melihat apa yang duah dilakukan pemerintah Arab Saudi waktu ngurus jemaah haji ayng meninggal di tanah suci…
Kalau itu masalah keyakinan, kayaknya bakal susah untuk diutak-atik. terlebih itu adalah satu penghormatan. Di keyakinan lain juag apsti ada kan?
wah setuju sama diatas jg nih
soalnya menurut agama saya ga boleh dibakar 
bocah’s last blog post..Memulai Bisnis Internet dengan Modal Dikit untuk Pemula
Kok extrim gitu sih pemikirannya mba..??
Lain tempat lain pula budayanya…
lain agama lain pula ritualnya…
Ditempat saya adat dan budaya ga boleh membakar jenazah.
mayat dikubur,tp lahan kuburan tetep segitu aja kok,ga meluas lagi.
Tapi kalo semua yg mengubur mayat selalu memakai pusara segede gambreng belum sebulan kuburan sudah penuh mba..
ady gondronk’s last blog post..Maafkan Aku Melupakanmu
ditanemi mangga ajah… pasti buahnya gedhe2…

sluman slumun slamet’s last blog post..Darah itu merah, jenderal…
masalahnya gak cuman masalah lahan sih, tapi emang keharusan dari beberapa agama untuk mengubur jenazah, bukan dikremasi…
fisto’s last blog post..akhirnya, certified compensation professional
Kalo aku mah ga tega kalo ada anggota keluarga yang dibakar. Mending disimpan di tanah aja. Nanti kan bisa jadi minyak bumi kalo ada jutaan tahun
Dibakar emang praktis, hemat lahan dan bakteri-bakteri ikut mati
Tapi menurut beberapa agama memang harus dikuburkan, jadi ya memang seharusnya begitu. Kalo soal orang lain takut make tanah bekas kuburan, itu kan pilihan keyakinan orang itu sendiri, lebih takut sama orang yang (seharusnya) uda mati
ipung’s last blog post..Mendapatkan uang dari Blog/Web Anda
Klo dikremasi gitu emang gak makan biaya banyak..?
LPG langka, BBM lagi naek mbak…gak ada yang buat kremasi.
hihihihhi…
Ruud’s last blog post..Portable TomTom ONE GPS Navigator for Vehicle (3rd Edition)
ada-ada aja sih…tapi bener juga sih soalnya gw juga pernah berpikiran yang sama seperti yang lw pikirin sekarang ini tapi….setelah gw mikir-mikir ternyata gw salah, karna menurut agama yang gw anut itu: “semua yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah” jadi bukan : “semua yang berasal dari tanah akan kembali ke abu” salah banget tuh, beda kan antara tanah dan abu???
daniel’s last blog post..Bensin murah hanya Rp.372,-…
Saya sih ndak stuju. Walaupun fakta dibeberapa kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya, blue print mengenai pengembangan wilayah kota tersebut telah mencantumkan beberapa lokasi pemakaman termasuk krematorium. Namun mayoritas masyarakat Indonesia, you know who, pasti menolak atas dasar kebiasaan tersebut merupakan ritual agama-agama pagan dan samawi.
Beberapa tahun lagi, akan ada perda di Indonesia yang mengatur tentang masalah kuburan dan biaya pemakaman. Apa artinya ya?
meonx’s last blog post..Pancasila dan Pengaburan Sejarah 1 Juni 1945
Leave a reply