Daging buatan? Heh apa pula tuh?

Jadi gini, tadi saya nontonin di Trans tipi tepatnya acara Reportase Investigasi yang doyan menguak fakta2 ‘menyebalkan’ yang ada di sekitar kita. Untuk hari sabtu ini topiknya tentang daging buatan yang ternyata marak beredar. Dan kita selaku konsumen kali2 aja enggak tau en gak notice kalo sebenernya daging yang dibeli ternyata daging basi. Kok bisa gitu?

Alasannya sih simple, karena ingin meraup keuntungan segede-gedenya. Adalah satu orang pembuat daging buatan yang diwawancara oleh reporter Trans tipi. Dari hasil wawancara (dengan muka yang ditutupin) terkuaklah realita yang menyedihkan bahwa proses pembuatan daging buatan itu sangat mudah. Hanya perlu formalin dan darah sapi segar. Bagaimana caranya?

Para pembuat daging buatan tersebut biasanya mencari daging kadaluarsa di pasar yang dijuwal dengan harga murah, mereka bisa membeli daging kadaluarsa itu dengan harga hanya 27 ribu rupiah perkilo nya, dan perharinya mereka membeli sekitar 20 kg daging. Setelah dibersihkan,daging tersebut dimasukkan ke cairan formalin beberapa menit lalu dimasukkan ke dalam darah sapi segar yang mereka beli dari tempat pemotongan sapi seharga 3000 rupiah per ember nya. Supaya hasilnya nampak seperti daging asli yang masih segar, mereka memijat2 daging yang sudah terlumuri darah sapi itu selama 15 menit.

Setelah itu, tiba saatnya pencampuran dengan daging asli segar. Rasio nya 1 banding 1. Welee… jadi disetiap 1 kg daging itu, 50% nya udah tercampur daging buatan yang udah basi tersebut. Dari hasil penelitian di laboratorium, efek samping nya bila kita mengkonsumsi daging seperti ini gak maen2 lo. Memang tidak langsung terasa efeknya, tapi dalam jangka panjang kita berpotensi terkena kanker paru, kanker hati dan otak. Horooorr yah. :(

Di akhir tayangan tersebut diberikan tips untuk bisa membedakan mana daging asli yang segar dan daging buatan (daging basi yang ‘dipoles’ lagi). Yang pertama adalah dari tampilannya tentu saja. Daging buatan tetep akan terlihat pucat walau sudah dilumuri darah. Sedangkan daging asli tetep terlihat segar. Ketika dipegang pun, daging buatan terasa lebih kaku dan kering, sedangkan yang asli lebih kenyal dan lembek. Lalu yang kedua adalah dari baunya. daging buatan baunya menyengat, sedangkan daging asli baunya masih segar dan tidak menyengat.

Alangkah baiknya ketika berbelanja daging di pasar, kita meneliti lebih dahulu daging yang akan kita beli tersebut. Jangan sampai kita kecolongan dan membeli daging buatan mengingat efek yang ditimbulkannya sangat buruk bagi kesehatan.




 Berlangganan Feed Koolsonic.Com? Mau dong!


Related post(z):

  1. Akhirnya (blog diary) jadi juga!
  2. Crita njijiki jaman kulya
  3. Ayo rame-rame Vote for Indonesia: New 7 Wonders
  4. Terpaksa mengkonsumsi makanan kadaluarsa
  5. The Ruins - Horornya tumbuhan pemakan manusia