Your Ad Here

Ada dua film yang membuatku sampe agak2 nangis gitu, wah mungkin ini kedengarannya cheesy ya tapi dua film itu emang bagus banget sih kalo menurut aku. Dua-duanya tergolong film remaja dan dengan setting yang ga terlalu modern, simpel dan nyaris ga ada efek2 khususnya. Tapi mungkin karena saking bagusnya crita film ini jadi ga perlu special effect gitu kali ya. Yang pasti ceritanya bagus banget, mengharu biru dan sanggup membuatku jadi a little bit ‘cengeng’ (alias menitikkan aer mata gitu) hehe…

Yang pertama film A Walk to Remember yang rilis awal tahun 2002. Film dengan setting mid 90’s ini dibintangin oleh Mandy Moore dan Shane West. Berkisah tentang dua remaja yang berbeda karakter yang saling jatuh cinta. Shane West memerankan Landon Carter, anak muda yang hidupnya cuman buat senang2 en sama sekali ga punya faith, sehingga cenderung jadi orang yang sinis dan ignorant. Sedangkan Jamie Sullivan yang diperankan oleh Mandy Moore adalah ce berbakat yang percaya banget sama Tuhan dan gak pernah sekalipun meragukan Tuhan dalam hidupnya. Jamie adalah sosok seorang ce yang tak gentar menghadapi hidup dan selalu bersikap positif terhadap apapun. Perlahan tapi pasti, Jamie ini kasi ‘energi’ positif (halah emange ilmu holistik :ngupil: ) dan akhirnya berhasil membuat Landon berubah jadi orang yang dewasa, bertanggung jawab dan punya faith. Yang bikin nangis itupas Jamie ngaku kalo dia menderita Leukimia dan abis itu adegan2 nya waduh bikin nangis mulu,,huhuhuhu…apalagi pas terakhirnya Jamie akhirnya meninggal juga. Tapi ni pilem bagus banget..deep gitu, en beda sama film remaja kebanyakan. Eniwei, album soundtrack A Walk to Remember ini juga punya track track yang bagus2, kebanyakan dibawain band Switchfoot. Mandy Moore juga nyanyi di beberapa track. Yang pasti sih film ini berhasil membuatku jadi kagum sama Mandy Moore cuz aktingnya yang bagus banget di film itu, soalnya sebelumnya sempet ga gitu demen gitu deh, hehe. Eniwei, film2 yang dibintangin Mandy Moore setelah film A Walk to Remember ini malah ga begitu bagus dan terkesan menjual sex doang kayak Try 17 or Chasing Liberty.

Film kedua yang bikin aku jadi ‘agak’ cengeng adalah The Notebook yang rilis tahun 2004. Setting film ini adalah sekitar pertengahan tahun 1940-an. Berkisah tentang 2 muda mudi yang (lagi2) fall in love juga. Hubungan mereka ditentang oleh ortu si ce yang menganggap kalo pacar anaknya ini terlalu miskin untuk bersanding dengan putrinya. Klise, huh? awalnya sih gitu..tapi nonton menit demi menitnya emang terbukti ini film drama teryahud yang pernah kutonton. Dibintanging oleh Ryan Gosling (as Noah Calhoun) dan Rachel McAdams (as Alie Hamilton), kisah cinta mereka terpaksa ‘berakhir’ untuk sementara karena ortu Allie memindahkannya kekota lain dan Noah menjadi tentara perang. Tujuh tahun kemudian mereka bertemu kembali setelah Allie secara tak sengaja melihat gambar Noah di surat kabar. Ternyata ketahuan kalo selama setahun perpisahan mereka, Noah menulis surat untuk Allie selama 365 hari berturut2 dan semua surat tersebut disembunyikan oleh nyokapnya Allie. Seperti yang bisa ditebak, mereka pun akhirnya merit dan Allie ninggalin kehidupannya sebagai anak orang kaya. Sampe disitu sih belum nangis2 juga, hehe. Terus sampe ke bagian akhir film disitu dicritakan mereka berdua dah tua renta dan punya cucu, masalahnya Allie ini ternyata menderita Alzheimer (kepikunan yang parah), dimana bisa langsung lupa hanya dalam hitungan menit. Kalo lupa utang mungkin ga masalah ya, nyata nya Allie ini sampai lupa sama keluarganya, bahkan dia ga mengenali anak2 dan cucunya sendiri. Tapi Noah tak mundur asa menghadapi itu semua, dia tetap membacakan buku yang sebelumnya ditulis Allie ketika dia didiagnosis terkena Alzheimer. Buku itulah inti kisah ini, yaitu berisi catatan2 cinta Allie dan Noah. Allie meminta Noah untuk terus membacakan ‘Notebook’ ini setiap kali Allie mendadak lupa. Yang bikin nangis itu pas akhirnya Allie dah inget lagi dengan Noah, eh belum sampe 3 menit dia dah lupa lagi. Haduh pas adegan itu dah ga kebayang deh aer mataku yang berlinangan (halah)…

:wow: Ya sekali2 mengharu biru itu khan ga papa, toh kulkas juga manusia..hehe

Oiya, dua film itu based on novel garapan Nicholas Sparks. Keren! Film pertama yang based on novelna bapak2 satu ini adalah Message in a Bottle yang rilis tahun 1999.



Related post(z):

  1. Stomp the Yard, film dance keren!
  2. The Covenant, jayus dan mudah ditebak
  3. Nancy Drew - jadi detektif ga harus tuwa!
  4. Bahasa Inggris yang baku
  5. Lemot oh leMot