Your Ad Here

Tadi malam saya agak2 susah tidur cuz hawa dinggggiiiiin setengah mati. Huaaa badan menggigil en biasanya kalo dah gitu jadi sulit tidur en akhirnya pencet tombol On nya tipi aja deh.. biasanya kalo Minggu malam saya nonton Republik Mimpi di Metro Tipi tapi krn dah ga ditayangin lagi sejak kasus nya Jarwo Kuwat itu saya jadi males mau nonton tipi kalo Minggu malem. Thanks to hawa dingin yang membuatku sulit tidur haha tadi malam akhirnya nonton Democrazy yang ditayangkan perdana tanggal 17 February 2008 pukul 22.00 WIB di Metro Tipi. Dipandu oleh Melanie Putria yang jadi protokol di acara full critics ini, kita bisa kangen2an sama makhluk2 yang tadinya suka nongol di Republik Mimpi. Lucunya nih acara di set kek acara sidang paripurna gitu,,hehe. Uniknya ada partai2 jadi-jadian juga kayak Partai Ketupat, Partai Lidah Tak Bertulang, Partai Kambing Jantan, Partai Main Mata, Partai Bonsai en Partai Tambahan. Yang jadi ketua fraksi2 nya pun kita pasti dah kenal (kalo ngaku penyuka acara Republik Mimpi loo..) kek si Ihsa Marshanda yang disini jadi Isa Jagger atawa Ohang yang suaranya cempreng itu yang jadi ketua fraksi Partai Ketupat hahaha…. bahkan yang jadi Wakil Pimpinan Sidang nya pun Iwel Wel…:ketawa:

Yang membedakan Democrazy dari Republik Mimpi itu adalah keragaman topiknya, format acaranya dan durasinya. Democrazy hanya membahas satu topik (yang minggu ini topiknya tentang Aliran Dana BLBI dan kaitannya dengan kemiskinan di Endonesa). Terus dari format acaranya ya kayak yang dah ditulis diatas, dibikin kayak sedang acara sidang DPR gitu, en tentunya dari durasi penayangan juga beda cuz Democrazy hanya ditayangkan satu jam saja jadi kayaknya eman-eman (sayang -red) kalo dilewatkan..

Oiya, untuk yang tadi malam ada 2 narasumber juga, ada Angelina Sondakh dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR-RI dan Arif Nur Alam sebagai Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran. Surprise nya, dihadirkan juga Ucup Kelik yang bilang kalo sejak semula khan Wapres nya khan emang dia,,hehe wah gak tau tuh pernyataan nyindir Jarwo Kuwat apa enggak yang pasti Ucup Kelik (menurut saya) memang lebih segar dalam menyajikan humor2 kritikan.

:kagum: Jadi, apakah Democrazy bisa dibilang sebagai pengganti Republik Mimpi? Saya rasa tidak.  Di situs ini disebutkan mereka sedang menyiapkan acara Republik Mimpi yang lebih matang, lebih menggigit dan dengan suara yang lebih keras. Wah jadi penasaran…haha senang saya sama acara2 beginian…

Gambar diambil dari sini.


Related post(z):

  1. Republik Mimpi is Back!
  2. Akhirnya (blog diary) jadi juga!
  3. A bit ’bout me
  4. Uhuy! Chitika terbukti membayar
  5. My Worst (and ‘Konyol’est) Nightmare ever